MEDICGUARD.ID – Perundungan atau bullying bukan perkara sederhana dan tak bisa dipandang sebelah mata.
Dampak bullying, terutama bagi pelajar dan remaja bisa menjadi fatal atau serius, terlebih bagi kesehatan mental.
Bullying kerap menimbulkan luka tak kasat mata, dan meninggalkan trauma mendalam hingga risiko depresi bagi korban.
Tidak jarang, sering kali gurauan antar teman atau di kalangan remaja dianggap sebagai hal yang lumrah.
Namun, ketika gurauan tersebut berubah menjadi tindakan agresif yang berulang, baik secara verbal, fisik, maupun siber, itu akan berubah menjadi bentuk bullying.
Kategori dan Jenis Bullying
Banyak orang mengira bullying hanya sebatas pukulan atau ejekan.
Faktanya, bullying memiliki banyak wajah yang sering kali tidak terlihat secara kasat mata.
Berikut beberapa jenis dan contohnya :
Bullying Fisik
Ini adalah jenis yang paling mudah dikenali karena melibatkan kontak fisik langsung.
Contoh: Memukul, menendang, mendorong, menjegal, meludahi, hingga merusak barang milik korban.
Bullying Verbal
Meskipun tidak meninggalkan luka fisik, kata-kata bisa sangat menyakitkan dan merusak kepercayaan diri seseorang.
Contoh: Memberi julukan yang menghina (name-calling), mengejek, menggoda secara seksual yang tidak diinginkan, serta mengancam akan melakukan kekerasan.
Bullying Sosial
Jenis ini sering kali terselubung dan bertujuan untuk merusak reputasi atau hubungan sosial seseorang.
Contoh: Menyebarkan rumor/fitnah, mengucilkan seseorang dari kelompok secara sengaja, memalukan seseorang di depan umum, atau menghasut orang lain untuk tidak berteman dengan korban.
Cyberbullying (Perundungan Dunia Maya)
Di era digital, bullying bisa terjadi 24 jam sehari melalui perangkat elektronik.
Contoh: Mengirim pesan teks kasar, mengunggah foto/video memalukan tanpa izin di media sosial, membuat akun palsu untuk merusak nama baik, hingga menyebarkan hoaks tentang seseorang di internet.
Dampak yang Harus Diwaspadai
Bullying bukan bagian dari proses pendewasaan.
Karena dampaknya bisa sangat destruktif, terutama bagi kesehatan mental seseorang.
-
Masalah Psikologis: Kecemasan berlebih, depresi, dan hilangnya rasa percaya diri.
-
Masalah Akademik/Pekerjaan: Penurunan konsentrasi, sering bolos, hingga prestasi yang anjlok.
-
Dampak Fisik: Keluhan psikosomatis (sakit kepala atau sakit perut akibat stres) hingga risiko menyakiti diri sendiri.
Jangan meremehkan dampak trauma yang mungkin tertanam pada korban perundungan atau bullying.
Jika remaja mulai menunjukkan gejala depresi, menarik diri, atau menyakiti diri sendiri, segera bawa ke tenaga profesional kesehatan mental, psikolog ataupun konselor.
Langkah ini penting agar remaja korban bullying mendapat pendampingan yang lebih komprehensif. (*)
*) Catatan Penting: Bullying bukan hanya masalah antara korban dan pelaku.
Lingkungan yang mendiamkan (bystanders) juga berperan dalam memperburuk kondisi kesehatan mental korban.
Leave a comment