MEDICGUARD.ID – Korban perundungan atau bullying kerap kali menunjukkan perubahan perilaku.
Namun tidak jarang pula para korban bullying berusaha menutupi apa yang dialami dan mencoba berusaha kuat.
Di sisi lain, korban bullying sebenarnya membutuhkan pendampingan untuk menyembuhkan luka batin akibat perundungan yang dialami.
Karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri korban bullying, khususnya di kalangan remaja dan pelajar agar kita bisa mencegah terjadinya hal-hal yang lebih buruk.
Bukan tanpa alasan, bullying bila tidak ditangani dengan tepat akan berdampak serius pada mental seseorang atau anak.
Di kalangan remaja atau pelajar, masa sekolah adalah periode krusial dalam pembentukan identitas.
Bullying bukan sekadar ‘ospek’ atau ujian mental, melainkan ancaman serius yang dapat meninggalkan bekas luka permanen pada kesehatan psikis seseorang.
Ciri Umum Remaja dan Pelajar yang Menjadi Korban Bullying
Meski dalam beberapa kasus, tidak semua korban bullying berusaha menutupi apa yang dialami, namun beberapa perubahan bisa membantu kita mengenalinya.
Berikut beberapa di antaranya:
1. Perubahan Perilaku dan Emosional
Perubahan suasana hati yang drastis adalah indikator paling umum.
-
Menarik diri: Menghindari interaksi sosial dengan teman atau keluarga yang biasanya dekat.
-
Emosi Tidak Stabil: Mudah marah, sensitif, atau tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas.
-
Kehilangan Minat: Tidak lagi bersemangat melakukan hobi atau aktivitas yang sebelumnya sangat mereka sukai.
-
Kecemasan Berlebih: Terlihat sangat gelisah saat harus berangkat ke sekolah atau saat menggunakan ponsel (jika terkena cyberbullying).
2. Penurunan Performa Akademik
Sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar berubah menjadi tempat yang penuh ancaman bagi korban.
-
Enggan ke Sekolah: Sering mencari alasan untuk bolos, berpura-pura sakit di pagi hari, atau mendadak minta pindah sekolah.
-
Nilai Menurun: Kesulitan berkonsentrasi pada pelajaran karena pikiran terfokus pada rasa takut, sehingga prestasi akademik merosot tajam.
3. Indikator Fisik
Kadang kala tubuh memberikan tanda yang tidak bisa disembunyikan.
-
Cedera yang Tidak Terjelaskan: Adanya memar, luka gores, atau pakaian yang robek tanpa alasan yang logis.
-
Keluhan Psikosomatis: Sering mengeluh sakit kepala, sakit perut, atau mual, terutama saat akan menghadapi situasi sosial tertentu.
-
Gangguan Tidur: Mengalami insomnia, sering mimpi buruk, atau terlihat sangat lelah sepanjang hari.
4. Kehilangan Barang Pribadi
Pelaku bullying sering kali menggunakan kekuasaan untuk merampas atau merusak properti korban.
-
Siswa sering pulang dengan membawa barang-barang yang rusak (buku robek, tas rusak).
-
Sering kehilangan uang jajan, alat tulis, atau barang elektronik dengan alasan yang tidak konsisten.
5. Perubahan Pola Makan
Tekanan mental akibat perundungan dapat memengaruhi nafsu makan secara signifikan.
-
Mungkin menjadi sangat tidak nafsu makan atau sebaliknya, makan secara berlebihan (binge eating) saat pulang sekolah sebagai kompensasi atas stres yang dialami.
-
Sering merasa sangat lapar setelah pulang sekolah karena uang jajan atau makanan mereka dirampas oleh pelaku.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Jika Anda melihat tanda-tanda di atas, langkah pertama yang paling krusial adalah membangun ruang aman.
Ajak mereka berbicara tanpa menghakimi dan yakinkan bahwa itu bukan kesalahan mereka.
Pendekatan yang tenang akan sangat membantu mereka untuk mulai terbuka mengenai situasi yang sedang dihadapi.
Penting diperhatikan, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Dengan memahami dampak buruk bullying, kita bisa lebih peka dan berhenti menormalisasi kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan pendidikan.
Jangan meremehkan dampak trauma yang mungkin tertanam pada korban perundungan atau bullying.
Jika remaja mulai menunjukkan gejala depresi, menarik diri, atau menyakiti diri sendiri, segera bawa ke tenaga profesional kesehatan mental, psikolog ataupun konselor.
Langkah ini penting agar remaja korban bullying mendapat pendampingan yang lebih komprehensif. (*)
Leave a comment