MEDICGUARD.ID, 11 JUNI 2025 – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 5 Juni 2025 sekali lagi mendeklarasikan mpox sebagai darurat kesehatan global. Keputusan ini diambil menyusul peningkatan signifikan kasus di berbagai wilayah, termasuk Afrika Barat.
Pengumuman ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyebaran penyakit, termasuk ke Indonesia, yang juga telah melaporkan kasus mpox dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun status darurat sebelumnya dicabut pada Mei 2023, lonjakan kasus pada tahun 2024 dan 2025 mendorong WHO untuk kembali memperingatkan dunia akan bahaya penyakit ini.
Situasi Mpox di Indonesia
Di Indonesia, wabah mpox menunjukkan peningkatan yang nyata, dengan total 88 kasus tercatat antara tahun 2022 hingga 2024. Data dari laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI pada Senin (7/10/2024) menunjukkan bahwa pada tahun 2024 saja, terdapat 14 kasus baru, mengindikasikan lonjakan yang mengkhawatirkan.
Meskipun jumlah kasus di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara lain, risiko penularan yang cepat dan potensi penyebaran dari luar negeri menjadikan mpox ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Pemerintah Indonesia telah mengintensifkan pengawasan dan upaya pencegahan, namun tantangan tetap ada. Mobilitas penduduk dan banyaknya perjalanan internasional dapat mempercepat penyebaran penyakit ini.
Penyebab dan Cara Penularan Mpox
Mpox disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV), bagian dari keluarga virus orthopox yang juga meliputi virus cacar. Awalnya, penyakit ini menyebar dari hewan ke manusia, namun kini dapat menular antarmanusia melalui kontak langsung dengan lesi kulit atau cairan tubuh penderita. Penularan juga bisa terjadi melalui benda-benda yang terkontaminasi, seperti pakaian, seprai, atau handuk yang digunakan oleh individu terinfeksi.
Di Indonesia, risiko penyebaran mpox berpotensi meningkat, terutama di area yang sering berinteraksi dengan wilayah endemik atau negara yang melaporkan lonjakan kasus. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan yang tepat sangat krusial untuk meminimalkan dampak wabah ini.
Mengenali Gejala Mpox
Gejala mpox bervariasi dari ringan hingga parah. Beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai meliputi:
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri punggung dan otot
- Lemas dan kelelahan
- Pembengkakan kelenjar getah bening, umumnya di ketiak, leher, atau selangkangan
- Lesi atau ruam kulit yang dimulai sebagai bintik merah, berkembang menjadi lepuhan berisi cairan bening, lalu bernanah, dan akhirnya mengering serta mengelupas.
Gejala-gejala ini umumnya bertahan 2 hingga 4 minggu, dan kebanyakan penderita dapat pulih dengan perawatan suportif. Namun, kasus yang lebih berat mungkin memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Upaya Pemerintah Indonesia dalam Menanggulangi Mpox
Untuk menghadapi potensi penyebaran mpox atau cacar monyet yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian. Beberapa langkah utama yang telah diambil meliputi:
- Vaksinasi: Pemerintah mendorong pelaksanaan vaksinasi cacar sebagai langkah pencegahan awal.
- Peningkatan Pengawasan: Pemeriksaan kesehatan diperketat, terutama di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan, untuk mendeteksi kasus mpox yang berasal dari luar negeri.
- Sosialisasi dan Edukasi: Informasi mengenai gejala dan cara pencegahan mpox terus disebarluaskan kepada masyarakat agar deteksi dini dapat dilakukan dan penyebaran dapat diminimalkan.
Menyusul situasi tersebut, masyarakat diimbau untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan dan waspada terhadap gejala yang muncul. (*)
Leave a comment