MEDICGUARD, 11 JUNI 2025 – Para ahli memperingatkan bahwa varian baru virus corona HKU5-CoV-2 yang ditemukan di Tiongkok, berpotensi memicu pandemi global berikutnya jika bermutasi. Virus ini diyakini memiliki jangkauan inang hewan yang lebih luas dibandingkan COVID-19 dan berpotensi lebih besar untuk melompati antarspesies.
Peneliti dari Amerika Serikat menyatakan kekhawatiran bahwa HKU5-CoV-2, yang ditemukan pada Februari lalu, juga dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan wabah luas.
Studi terbaru yang diterbitkan dalam Nature Communications juga menyoroti kelompok virus corona yang kurang dikenal, yaitu merbecovirus, yang mencakup HKU5 dan MERS-CoV (penyebab Sindrom Pernapasan Timur Tengah yang mematikan).
Tim peneliti dari Washington State University menguji bagaimana patogen baru ini berinteraksi dengan sel manusia. Hasilnya menunjukkan bahwa sedikit perubahan pada protein lonjakan virus yang bisa memungkinkannya menempel pada sel ACE2 manusia di tenggorokan, mulut, dan hidung. HKU5-CoV-2 juga diketahui mampu menginfeksi dan bereplikasi di dalam sel manusia, baik di saluran pernapasan maupun saluran pencernaan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 35 persen orang yang terinfeksi Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) meninggal dunia. Sejak 2012, 27 negara telah melaporkan kasus MERS, dengan 858 kematian yang diketahui akibat infeksi yang menyebar dari unta ini.
Meskipun demikian, ketika HKU5 pertama kali ditemukan pada Februari, para ilmuwan juga mengingatkan agar tidak melebih-lebihkan risiko karena virus ini tidak masuk ke sel manusia semudah Sars-CoV-2, penyebab COVID-19.
Adapun HKU5 pertama kali terdeteksi pada kelelawar oleh para ilmuwan dari laboratorium Tiongkok, tempat sebagian pihak menduga COVID-19 berasal pada tahun 2019.
“Virus HKU5 secara khusus memang belum banyak diteliti, tetapi studi kami menunjukkan bagaimana virus ini menginfeksi sel,” ujar Profesor Michael Letko, seorang ahli virologi yang ikut memimpin penelitian tersebut.
Bahkan menurut dia, virus HKU5 hanya tinggal selangkah lagi untuk bisa menyebar ke manusia.
“Virus-virus ini sangat mirip dengan MERS, jadi kita harus khawatir jika suatu saat nanti mereka menginfeksi manusia,” kata Profesor Letko.
“Meskipun belum ada bukti penularan ke manusia, namun potensi itu ada dan sudah sepatutnya kita waspada,” tambahnya. (*)
Leave a comment