Home News Langkah Kemenkes RI Perkuat Deteksi Dini Kanker Paru
News

Langkah Kemenkes RI Perkuat Deteksi Dini Kanker Paru

Menurut data Kemenkes, kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Share
Foto Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Kompas)
Share

MEDICGUARD.ID – Deteksi dini kanker paru menjadi salah satu program yang tengah disiapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Menurut data Kemenkes, kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Oleh karena itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pun menyebut saat ini pemerintah tengah menyiapkan program besar untuk memperkuat deteksi dini kanker paru.

Melansir dari Kemenkes, kanker paru ditetapkan sebagai prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur kesehatan.

“Kanker, sebagai strategi bukan pada pengobatan, tetapi pada deteksi dini. Karena kalau kita bisa identifikasi sejak awal, maka peluang hidup pasien jauh lebih besar,” kata Menkes Budi dalam Pertemuan Tahunan ke-5 Asian Association for Pediatric and Congenital Heart Surgery (AAPCHS) yang dirangkaikan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Indonesia (PIT HBTKVI) di Bali, Jumat (5/9/2025).

Menkes Budi menekankan pentingnya deteksi dini, mengingat kanker paru merupakan penyebab kematian nomor satu akibat kanker di Indonesia.

“Jika terdeteksi pada stadium satu, terapinya bukan kemoterapi atau radioterapi, melainkan operasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan fasilitas skrining akan berdampak besar pada meningkatnya jumlah pasien yang terdiagnosis lebih awal dan mendapatkan penanganan lebih cepat.

Program ini merupakan bagian dari strategi besar Kementerian Kesehatan dalam menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular, khususnya jantung dan kanker.

“Apapun infrastrukturnya, ujungnya kembali pada manusianya. Tapi dengan skrining yang lebih baik, kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa,” tegas Budi.

Sebagai langkah nyata, pemerintah sedang mendistribusikan CT Scan dosis rendah ke seluruh kota di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan layanan kesehatan melakukan skrining kanker paru secara cepat dan merata.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan 514 laboratorium imunohistokimia di kota-kota tersebut untuk mendukung diagnosis dengan akurasi lebih tinggi.

Di tingkat provinsi, akan dikembangkan laboratorium patologi anatomi berbasis teknologi Next Generation Sequencing (NGS) sehingga diagnosis kanker dapat dilakukan lebih cepat sekaligus menunjang terapi yang lebih tepat sasaran. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Seorang anak yang stres terlalu banyak belajar
Healthy MindMentalNews

Mengenal Academic Burnout yang Bisa Menyerang Anak-anak

MEDICGUARD.ID – Aktivitas sekolah yang padat serta banyaknya tugas-tugas harian ternyata juga...

Fitur baru Instagram untuk lindungi dari risiko kesehatan mental
MentalNews

Instagram Luncurkan Fitur Keamanan Baru untuk Lindungi Remaja dari Risiko Kesehatan Mental

MEDICGUARD.ID – Meta (perusahaan induk Instagram) mengumumkan fitur keamanan baru yang bertujuan...

Sad Kids
HeadlineMentalNews

Kenali Tanda dan Ciri Umum Remaja yang Menjadi Korban Bullying

MEDICGUARD.ID – Korban perundungan atau bullying kerap kali menunjukkan perubahan perilaku. Namun...

Anak-anak remaja di dalam kelas
HeadlineHealthy MindMentalNews

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Bagi Remaja

MEDICGUARD.ID – Masa remaja merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak menuju ke fase...