MEDICGUARD.ID, 11 JUNI 2025 – Bawang putih, bumbu dapur yang sering kita jumpai, ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan yang luar biasa. Tanaman serbaguna ini memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antibakteri. Studi menunjukkan, mengonsumsi bawang putih secara rutin dapat memberikan perlindungan menyeluruh bagi jantung, hati, sistem kekebalan tubuh, pencernaan, dan banyak organ penting lainnya.
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Riset ilmiah membuktikan bahwa bawang putih memiliki aktivitas antivirus yang kuat terhadap berbagai virus penyebab infeksi umum, termasuk flu dan infeksi pernapasan. Lebih lanjut, bawang putih juga menunjukkan efek positif terhadap virus yang menyebabkan imunosupresi (HIV), herpes genital (HSV, CMV), infeksi neurologis (Coxsackie B, echovirus, enterovirus), infeksi gastrointestinal (rotavirus), hingga virus dengue dan hepatitis A. Para ahli meyakini bahwa senyawa organosulfur (OSC) dalam bawang putih adalah kunci dari aktivitas antivirus ini.
Selain itu, bawang putih juga berperan sebagai agen antibakteri dan antijamur, mampu menghambat pertumbuhan strain jamur dan bakteri umum. Bahkan, bawang putih disebut dapat meningkatkan efektivitas antibiotik terhadap patogen yang resisten dan mendukung pengobatan antijamur tradisional.
Menurunkan Risiko Kanker
Potensi bawang putih dalam melawan kanker telah ditunjukkan dalam berbagai penelitian pada sel kanker manusia, meliputi kanker tulang, payudara, endometrium, paru-paru, mulut, ovarium, pankreas, prostat, dan lambung. Bawang putih juga ditemukan mampu memperbaiki kerusakan DNA, menghambat pertumbuhan sel kanker, serta mengurangi peradangan dalam tubuh.
Menurunkan Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah
Banyak studi telah mengevaluasi kemampuan bawang putih untuk menurunkan kolesterol. Sebuah meta-analisis menemukan bahwa bawang putih berpotensi mengurangi penyerapan kolesterol serta sintesis kolesterol dan asam lemak. Studi tersebut menyimpulkan bahwa bawang putih dapat menurunkan kolesterol total dan kolesterol LDL (“kolesterol jahat”).
Tak hanya itu, bawang putih juga bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi. Sebuah penelitian pada partisipan hipertensi menunjukkan bahwa suplemen bawang putih efektif menurunkan tekanan darah sistolik (angka pertama dalam pengukuran tekanan darah), setara dengan obat antihipertensi. Dalam studi tersebut, penurunan tekanan darah dikaitkan dengan pengurangan risiko kejadian kardiovaskular sebesar 16% hingga 40%. Penelitian juga menemukan bahwa status vitamin B12 berperan penting dalam respons seseorang terhadap efek bawang putih pada tekanan darah.
Meningkatkan Kesehatan Hati dan Ginjal
Bawang putih juga dapat mendukung kesehatan hati. Para peneliti mempelajari efek bawang putih pada individu dengan penyakit hati berlemak non-alkohol. Hasilnya, 51% partisipan yang mengonsumsi bawang putih mengalami perbaikan kondisi, dibandingkan dengan hanya 16% pada kelompok plasebo. Menariknya, penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih mentah dapat mengurangi risiko kanker hati.
Untuk ginjal, alisin dalam bawang putih diyakini berperan dalam mengurangi risiko penyakit ginjal. Hal ini karena alisin mampu menurunkan tekanan darah dan stres oksidatif (ketidakseimbangan molekul pemicu kerusakan sel), sehingga meningkatkan fungsi ginjal. Efek bawang putih ini bahkan setara atau lebih baik dari losartan (Cozaar), obat resep yang umum digunakan sebagai terapi lini pertama untuk tekanan darah tinggi.
Mendukung Kesehatan Pencernaan dan Melindungi Sistem Saraf
Bawang putih juga baik untuk kesehatan usus. Penelitian menemukan bahwa suplementasi bawang putih meningkatkan keragaman mikrobioma usus dan memiliki efek pencegahan terhadap gangguan metabolisme yang diinduksi oleh diet tinggi lemak, serta dislipidemia (kelainan lipid darah). Para peneliti menyimpulkan bahwa bawang putih adalah prebiotik potensial yang dapat membantu mencegah gangguan mikrobioma usus akibat pola makan.
Selain itu, bawang putih juga melindungi sistem saraf, termasuk otak, sumsum tulang belakang, dan saraf. Sebuah studi menemukan bahwa bawang putih yang telah melalui proses penuaan (aged garlic) memiliki efek perlindungan terhadap gangguan neurodegeneratif, termasuk iskemia serebral (kurangnya aliran darah ke otak) dan penyakit Alzheimer.
Waktu Terbaik Mengonsumsi Bawang Putih dan Kandungan Nutrisinya
Anda dapat merasakan manfaat bawang putih kapan pun Anda mengonsumsinya: saat bangun tidur, sebagai bagian dari makanan, atau sebagai suplemen di malam hari.
Cara terbaik adalah yang paling Anda sukai, karena hal itu akan membuat Anda lebih konsisten memasukkannya ke dalam diet harian.
Bawang putih mentah kaya akan senyawa bioaktif. Tiga siung bawang putih, misalnya, mengandung sekitar 13,4 kalori, 0,572 gram protein, 2,98 gram karbohidrat, serta mineral penting seperti kalsium (16,3 mg), magnesium (2,25 mg), fosfor (13,8 mg), kalium (36,1 mg), dan natrium (1,53 mg). Senyawa bioaktif utama dalam bawang putih meliputi alisin, alliin, dialil sulfida, dialil disulfida, dialil trisulfida, ajoene, dan S-allyl-cysteine.
Meskipun sebagian besar makanan mempertahankan nutrisi tertinggi saat dimakan mentah, bawang putih tetap memiliki aktivitas antioksidan saat dimasak. Namun, perlu dicatat bahwa sifat antimikroba bawang putih dapat berkurang, bahkan hilang sepenuhnya, karena panas dari proses memasak. (*)
Leave a comment