MEDICGUARD.ID – Sebuah kajian yang diterbitkan dalam jurnal Dharmasmrti mengungkapkan bahwa praktik meditasi tradisional seperti pernapasan dalam, mindfulness, dan visualisasi, terbukti ampuh dalam meredakan kecemasan pasien terhadap perawatan gigi, atau dikenal sebagai dental anxiety.
Studi ini dilakukan oleh dua akademisi dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar, Agung Setiabudi dan I.A Istri Agung Krisna Kencana Dewi ini, memaparkan bahwa rasa takut terhadap dokter gigi kerap menyebabkan pasien menunda atau bahkan menghindari perawatan.
Padahal hal itu berisiko memperparah kondisi kesehatan gigi.
Tak hanya dipicu oleh alat-alat klinis atau rasa sakit, kecemasan juga bisa berasal dari pengalaman buruk sebelumnya atau fobia terhadap jarum suntik dan darah.
Dalam jurnal yang diterbitkan pada 2 Oktober 2024 tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa meditasi dinilai cukup efektif. Berbeda dari penggunaan obat penenang, teknik meditasi seperti body scan, diaphragmatic breathing, hingga loving-kindness meditation dinilai memberikan efek ketenangan secara alami.
Praktik ini memicu aktivasi sistem saraf parasimpatis, membantu menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan hormon stres seperti kortisol.
Selain latihan langsung, panduan audio mindfulness yang dapat didengar pasien sebelum atau selama prosedur juga direkomendasikan sebagai alat bantu. Visualisasi tempat aman—seperti pantai atau taman—dapat mengalihkan perhatian dari kecemasan menuju rasa tenang dan nyaman.
Studi ini menekankan pentingnya dokter gigi dalam mengidentifikasi tingkat kecemasan pasien untuk menyesuaikan pendekatan yang tepat. Dengan demikian, pasien dapat menjalani perawatan dengan lebih percaya diri dan tenang, serta meningkatkan kepatuhan terhadap jadwal kontrol.
Adapun para peneliti menyimpulkan bahwa meditasi bukan hanya bagian dari tradisi spiritual, tapi juga sarana kesehatan mental yang dapat diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan modern, khususnya bidang kedokteran gigi. (*)
Leave a comment