MEDICGUARD.ID – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan hipertensi global kedua.
Dalam laporan terbaru tersebut menunjukkan bahwa 1,4 miliar orang hidup dengan hipertensi pada tahun 2024.
Namun, hanya satu dari lima orang yang dilaporkan berhasil mengendalikan hipertensi mereka, baik melalui pengobatan atau dengan mengatasi faktor risiko kesehatan yang dapat dimodifikasi.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa hanya 28 persen negara berpenghasilan rendah yang melaporkan bahwa semua obat hipertensi yang direkomendasikan oleh WHO tersedia secara umum di apotek atau layanan kesehatan primer.
Untuk diketahui, hipertensi adalah penyebab utama serangan jantung, stroke, penyakit ginjal kronis dan demensia.
Kondisi ini dapat dicegah dan diobati, tetapi tanpa tindakan yang mendesak, jutaan orang akan terus meninggal dan negara-negara akan menghadapi kerugian ekonomi yang meningkat.
Menurut laporan WHO, setiap jam dilaporkan lebih dari 1.000 nyawa hilang akibat stroke dan serangan jantung yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, dan sebagian besar kematian ini dapat dicegah.
Penghalang utama dalam pengendalian risiko hipertensi antara lain meliputi kebijakan promosi kesehatan yang lemah, seperti mengenai faktor risiko alkohol, penggunaan tembakau, tidak aktif secara fisik, garam dan lemak trans.
Selain itu, keterbatasan akses ke perangkat pengukur tekanan darah yang tervalidasi, kurangnya protokol perawatan yang terstandardisasi dan tim layanan kesehatan primer yang terlatih, rantai pasokan yang tidak andal, serta obat-obatan yang mahal juga menjadi kendala.
WHO mendefinisikan hipertensi klinis pada orang dewasa sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg pada dua hari yang berbeda. (*)
Leave a comment