MEDICGUARD.ID, 13 JUNI 2025 – Situasi darurat Tuberkulosis (TBC) di Indonesia terungkap. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa dua orang meninggal dunia karena TBC setiap lima menit. Angka kematian yang mengkhawatirkan ini disampaikan Menkes saat meninjau Desa Klapanunggal, Bogor, yang menjadi pionir dalam upaya penanggulangan TBC berbasis komunitas.
“Saat kita berbicara di acara ini, mungkin lebih dari 20 orang sudah meninggal dunia karena TBC,” tegas Menkes Budi dalam dialognya dengan warga dan pemangku kepentingan.
Meskipun TBC adalah penyakit menular yang dapat disembuhkan, penyakit ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Menkes Budi menekankan bahwa deteksi dini dan pengobatan tuntas adalah kunci utama untuk mengendalikan wabah ini. Ia mengakui tantangan dalam pengobatan TBC yang memakan waktu enam bulan dengan konsumsi pil harian yang banyak. “Kita harus bersabar, daripada tidak sembuh,” ujarnya.
Empat Pilar Strategi Nasional dan Peran Masyarakat
Untuk menekan laju penyebaran TBC, Menkes Budi menggarisbawahi empat langkah krusial yang wajib dilaksanakan masyarakat:
- Menemukan pasien TBC secara aktif.
- Memastikan pasien segera memulai pengobatan.
- Memastikan pasien menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan hingga tuntas.
- Memberikan terapi pencegahan bagi kontak erat pasien.
Mekes Bumi memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Desa Klapanunggal atas dedikasi mereka dalam melakukan skrining aktif dan mendampingi pasien TBC hingga sembuh.
“Tidak semua desa melakukan ini. Ketekunan mereka mencari penderita dan memastikan pengobatan tuntas sangat penting, karena jika tidak, penyakit ini akan terus menular dan mematikan,” puji Menkes.
Program desa siaga TBC ini juga menjadi bagian dari inisiatif “quick wins” pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Bapak Prabowo sangat terkejut dengan tingginya angka kematian TBC ini,” ungkap Menkes.
Masyarakat Garda Terdepan: TOSS Hoaks, Lawan Stigma
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, yang turut hadir, turut menyoroti peran sentral masyarakat dalam memerangi TBC. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan pemerintah untuk penanganan TBC.
Aries juga menyerukan penerapan prinsip TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh) secara menyeluruh.
“TOSS adalah kewajiban kita semua. Jika ada keluarga, kerabat, atau tetangga yang menunjukkan gejala mirip TBC, segera laporkan agar bisa diobati sampai sembuh,” tegasnya.
Selain itu, Aries mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah termakan hoaks terkait vaksin atau pengobatan dari pemerintah. Ia menyoroti bahwa ketakutan dan stigma sosial sering menjadi hambatan utama. Banyak penderita TBC enggan melapor karena malu, padahal penanganan yang cepat akan menghentikan penularan.
Menkes Budi menutup kunjungannya dengan seruan kuat: “TBC itu, begitu ketahuan dan diobati, penularannya berhenti. Obatnya tersedia, dan jika diselesaikan, pasien akan sembuh. Ini agar mereka bisa kembali menjadi anggota masyarakat kita yang sehat dan produktif.” (*)
Leave a comment