Home Healthy Mind Kenali Gejala Umum Depresi, Kurangi Risikonya Sejak Dini
Healthy MindMental

Kenali Gejala Umum Depresi, Kurangi Risikonya Sejak Dini

Depresi jika dibiarkan berlarut-larut tentu akan bisa berdampak dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Share
Seseorang mengalami depresi
ILUSTRASI - Seseorang yang mengalami depresi
Share

MEDICGUARD.ID – Penting sekali untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental agar tak berlarut-larut dan berujung depresi mendalam.

Depresi adalah gangguan suasana hati dimana seseorang merasakan tekanan, sedih dan kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya disukai.

Kondisi ini, jika dibiarkan berlarut-larut tentu akan bisa berdampak dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Menurut American Psychiatric Association (APA), depresi dapat menyebabkan pengidapnya merasa sedih dan kehilangan minat pada banyak hal.

Depresi juga dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik, sehingga aktivitas sehari-hari jadi terganggu.

Gejala Umum

Gejala depresi bisa bervariasi, mulai dari tingkat ringan sampai berat tergantung derajat kondisi pengidap.

Gejala depresi dapat bervariasi, namun secara umum meliputi:

  1. Emosional : Perasaan sedih terus-menerus, putus asa, menangis tanpa sebab, dan mudah marah.
  2. Kognitif (Pikiran) : Merasa tidak berharga, sulit berkonsentrasi, dan pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.
  3. Perilaku : Menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan minat pada hobi, perubahan pola tidur (insomnia atau terlalu banyak tidur), serta perubahan nafsu makan dan berat badan.

Selain itu, beberapa kebiasaan dan ciri-ciri berikut bisa jadi indikasi awal seseorang mengalami depresi :

Enggan keluar rumah

Beberapa pengidap depresi bisa malas keluar rumah selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan.

Ada banyak alasan kenapa penderita depresi enggan keluar rumah.

Bisa jadi alasannya karena membenci diri sendiri.

Maka, timbul pemikiran setiap orang yang ditemui di luar juga bakal tidak suka pada pengidap depresi.

Merasa bersalah setiap saat

Rasa bersalah adalah perasaan yang normal, terutama saat seseorang melakukan suatu kesalahan.

Namun, saat depresi, pengidapnya bisa merasa bersalah pada segala sesuatu.

Rasa bersalah tersebut bahkan bisa muncul atas kesalahan yang di luar kuasa seseorang.

Penderita depresi bisa merasa bersalah karena tidak dapat berbuat banyak pada korban bencana alam.

Rasa penyesalan itu akhirnya membuat pengidap depresi merasa diri mereka tidak berharga.

Malas menjaga kebersihan diri

Setiap orang sehat biasanya merawat diri sendiri dengan menjaga kebersihan.

Beberapa di antaranya lewat mandi, gosok gigi, mencuci rambut, ganti pakaian, bercukur, dan perawatan tubuh lainnya.

Namun, saat depresi datang, penderitanya bisa enggan atau malas mandi dan bersih-bersih diri sampai berminggu-minggu.

Membersihkan diri bisa menjadi kegiatan menguras tenaga bagi penderita depresi, karena mereka merasa tak punya energi.

Ada juga penderita depresi yang merasa dirinya tak berharga, sehingga tidak layak untuk bersih.

Sama seperti mandi dan bersih-bersih diri, pengidap depresi biasanya juga emoh membersihkan tempat tinggal.

Susah bangun dari tempat tidur

Orang sehat biasanya membutuhkan tidur selama delapan jam setiap hari.

Namun, bagi penderita depresi, delapan jam tidak cukup. Mereka butuh tidur sepanjang hari.

Seringkali saat pengidap depresi bangun tidur, mereka merasa istirahatnya belum cukup.

Mereka merasa tidak punya energi dan terus mengantuk.

Merasa Dibenci Banyak Orang

Dalam hidup, terkadang ada orang yang suka dan benci pada diri kita.

Pola pikir tersebut tidak berlaku bagi penderita depresi. Mereka merasa membenci diri sendiri dan orang lain tidak ada yang menyukai mereka.

Persepsi kebencian pada diri sendiri dan dari orang sekitar ini membuat orang depresi tertekan.

Kurangi Risiko Sejak Dini

Anda tidak selalu dapat mencegah depresi, tetapi Anda dapat membantu mengurangi risiko Anda dengan:

  1. Mempertahankan rutinitas tidur yang sehat. Apabila Anda sudah mengalami kelelahan mental, tidak salah untuk istirahat sebentar.cukup istirahat (tidak terlalu lama atau tidak terlalu sedikit).
  2. Mengelola stres dengan mekanisme koping yang sehat. Ambil cuti, rasakan pengalaman baru, bertemu dengan orang-orang menyenangkan, bisa membuat pikiran Anda lebih segar.
  3. Mempraktikkan kegiatan perawatan diri secara teratur seperti olahraga, meditasi, dan yoga. Anda juga bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan, aktivitas yang Anda sukai serta memperbanyak interaksi sosial. Makan dengan diet seimbang, hindari alkohol,  mengelola stres dengan relaksasi atau menjalankan hobi, dan habiskan waktu dengan orang yang perhatian dan peduli.

 

Jika Anda pernah mengalami depresi sebelumnya, Anda mungkin lebih mungkin mengalaminya lagi.

Jika Anda mengalami gejala depresi, dapatkan bantuan sesegera mungkin. Tidak ada salahnya mencari bantuan profesional jika gejala awal depresi mulai muncul. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Seorang perempuan sedang bermeditasi di tengah sawah pada pagi hari
HeadlineHealthy MindMentalNews

Kesehatan Mental : Jenis Penyakit Mental dan Tips Pencegahannya

MEDICGUARD.ID – Menjaga kesehatan mental merupakan hal krusial yang perlu kita lakukan....

Narcissistic Personality Disorder (NPD)
Healthy MindMentalNews

Apa Bedanya Narsistik vs NPD?

MEDICGUARD.ID – Tidak semua orang yang bersikap narsistik mengalami Narcissistic Personality Disorder...

Remaja korban bullying di sekolah
HeadlineHealthy MindMentalNews

Apa yang Bisa Dilakukan pada Remaja Korban Bullying?

MEDICGUARD.ID – Perundungan atau bullying pada anak dan remaja tak bisa disepelekan...

Narcissistic Personality Disorder (NPD)
HeadlineHealthy MindMentalNews

Mengenali Ciri-ciri NPD di Tengah Ramainya Istilah Narsistik

MEDICGUARD.ID – Belakangan ini, istilah Narcissistic Personality Disorder atau NPD kerap muncul...