MEDICGUARD.ID – Diabetes mellitus (DM) kini menjadi salah satu masalah kesehatan paling mendesak di Indonesia.
Prevalensi penyakit ini terus meningkat, terutama di wilayah pedesaan, seiring perubahan pola hidup dan pola makan.
Menjawab tantangan ini, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mahasaraswati Denpasar melaksanakan kegiatan skrining diabetes berbasis komunitas di Banjar Singin, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bekerja sama dengan komunitas yoga DHSP Bali.
Skrining dilakukan pada Minggu (6/7/2025) mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WITA.
Sebanyak 32 peserta hadir dan mengikuti rangkaian pemeriksaan, mulai dari registrasi, anamnesis terkait riwayat kesehatan, hingga pengukuran glukosa darah sewaktu menggunakan alat point-of-care.
Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata kadar glukosa sewaktu peserta sebesar 146,7 mg/dL.
Dari seluruh peserta, ditemukan empat orang (12,5%) dengan kadar glukosa darah yang masuk kategori diabetes mellitus.
Mereka kemudian disarankan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk memastikan diagnosis dan memulai pengelolaan penyakit sedini mungkin.
Ketua tim PKM, dr. Agung Setiabudi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini diabetes.
“Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sudah mengalami diabetes karena gejalanya sering tidak khas pada awal penyakit. Melalui skrining komunitas seperti ini, kita dapat menemukan kasus sejak dini sehingga intervensi bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Diabetes yang tidak terdiagnosis berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga amputasi.
Menurut data Puskesmas Tabanan tahun 2024, terdapat 8.529 kasus DM tipe 2 dengan 3.139 di antaranya sudah mengalami komplikasi.
Kondisi ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian berbasis masyarakat.
Praktik Yoga dan Meditasi Tradisional DHSP Bali Efektif Turunkan Glukosa Darah
Sarana Edukasi
Program skrining ini juga sekaligus menjadi sarana edukasi.
Peserta mendapatkan informasi mengenai pola makan sehat, pentingnya olahraga rutin, dan bahaya konsumsi gula berlebih.
Edukasi ini diharapkan memicu perubahan gaya hidup yang lebih sehat, terutama di komunitas yang memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan koordinasi yang matang antara tim universitas dan mitra komunitas, mulai dari penyusunan proposal, penyediaan alat medis, hingga pelatihan mahasiswa untuk melakukan anamnesis.
Keberhasilan acara ini menunjukkan bahwa kolaborasi akademisi dan masyarakat dapat menjadi model efektif dalam mengurangi beban penyakit tidak menular di tingkat lokal.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali acara. Diperlukan keberlanjutan program, dukungan kebijakan, serta keterlibatan aktif masyarakat agar deteksi dini dan pengelolaan diabetes dapat berlangsung secara berkesinambungan,” tambah dr. Agung.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap kesehatan diri, rutin memeriksakan kadar gula darah, dan menerapkan pola hidup sehat.
Deteksi dini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mengurangi beban biaya kesehatan jangka panjang bagi keluarga maupun negara. (*)
Artikel ini disusun oleh drg. Agung Setiabudi, MHPE
Fakultas Kedokteran Universitas Mahasaraswati Denpasar
Leave a comment