MEDICGUARD.ID – Data organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut 1 dari 7 orang di dunia hidup dengan gangguan mental.
Jenis gangguan mental yang paling sering ditemui adalah depresi dan kecemasan.
Sayangnya, sebagian besar penderita belum mendapatkan akses perawatan yang memadai, dan banyak di antaranya masih menghadapi stigma dan diskriminasi.
WHO menegaskan, gangguan mental adalah gangguan medis nyata bukan kelemahan karakter.
Sementara, kabar baiknya, pengobatan efektif tersedia, mulai dari terapi psikologis, dukungan sosial, hingga medikasi jika diperlukan.
Gangguan mental seringkali tidak nampak atau terlihat dari luar.
Sering kali kita mengira seseorang yang tersenyum, aktif bekerja dan tampak baik-baik saja berarti dia benar-benar bahagia.
Padahal, kenyataannya bisa saja sangat berbeda.
Gangguan mental tidak selalu datang dengan teriakan minta tolong.
Ia hadir diam-diam, menyelinap melalui kebiasaan kecil sehari-hari hingga tanpa sadar menjadi bagian dari diri kita.
Jangan Sepelekan
Berdasarkan kajian psikologi dilansir dari laman Brain Power Wellness Institute, ada sejumlah kebiasaan umum yang kerap dianggap sepele, namun sebenarnya bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan mental.
Beberapa di antaranya mungkin juga kita lakukan tanpa sadar, mulai dari menunda pekerjaan, sering begadang, hingga merasa tak nyaman di tengah keramaian.
Berikut 24 kebiasaan yang patut diwaspadai :
1. Menyendiri dan Menjauh dari Lingkungan
Jika kamu merasa lebih nyaman sendiri, sulit berinteraksi, atau canggung di tengah orang banyak, hati-hati. Ini bisa jadi tanda munculnya kecemasan sosial atau depresi.
2. Pola Makan yang Berantakan
Makan terlalu sedikit, terlalu banyak, atau kehilangan selera makan tanpa alasan jelas bisa berkaitan dengan gangguan seperti depresi atau gangguan makan.
3. Menunda-nunda Pekerjaan
Saat hal penting justru ditunda dan digantikan aktivitas tidak berarti, itu bukan sekadar malas — bisa jadi tanda beban mental atau stres kronis.
4. Pikiran untuk Menyakiti Diri
Jika pikiran negatif muncul berulang dan sulit dihilangkan, jangan abaikan. Itu adalah peringatan serius yang membutuhkan pertolongan profesional segera.
5. Perubahan Suasana Hati Mendadak
Naik-turunnya emosi tanpa sebab yang jelas bisa menjadi gejala dari gangguan bipolar atau depresi.
6. Stres Berlebihan
Mereka yang hidup dengan gangguan mental cenderung memikirkan banyak hal secara berlebihan — masa lalu, masa kini, dan masa depan. Akibatnya, tidur terganggu dan air mata menjadi pelarian.
7. Tak Peduli pada Diri Sendiri
Jarang mandi, tidak sikat gigi, atau tidak peduli penampilan bisa menandakan menurunnya motivasi dan harga diri akibat gangguan mental.
8. Mudah Marah dan Sering Bertengkar
Kesulitan mengendalikan emosi adalah tanda lain dari ketidakstabilan mental. Orang bisa menjadi cepat tersinggung dan mudah meledak.
9. Sulit Fokus dan Belajar
Kesulitan berkonsentrasi bukan selalu karena lelah, bisa juga karena pikiran yang terlalu penuh dan cemas.
10. Melakukan Ritual Berulang
Memeriksa pintu berulang kali atau mencuci tangan tanpa henti bisa menjadi tanda Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).
11. Tertawa untuk Menutupi Rasa Sakit
Banyak orang menutupi kesedihan dengan tawa. Namun, bila dilakukan terus-menerus, ini bisa menjadi bentuk penyangkalan emosi yang berbahaya.
12. Begadang Tanpa Alasan Jelas
Begadang mungkin tampak wajar, tapi jika menjadi kebiasaan hingga sulit tidur, itu bisa jadi tanda depresi atau mania.
13. Menghamburkan Uang
Belanja impulsif atau boros tanpa kendali sering dikaitkan dengan gangguan bipolar.
14. Terlalu Sering Minta Maaf
Kebiasaan selalu merasa bersalah dan meminta maaf dalam setiap situasi menunjukkan adanya rasa cemas berlebihan dan rendah diri.
15. Mudah Panik karena Hal Kecil
Pesan dari atasan atau tugas kecil bisa memicu stres besar. Ini tanda disfungsi emosional akibat tekanan mental.
16. Pelupa dan Tidak Fokus
Lupa jadwal penting, makan, atau bahkan lupa hari bisa menunjukkan gejala depresi.
17. Selalu Bilang “Saya Baik-baik Saja”
Ungkapan “I’m fine” yang diucapkan berulang bisa menjadi topeng untuk menyembunyikan luka batin. Padahal, meminta bantuan bukan tanda kelemahan, tapi keberanian.
18. Terobsesi Menjadi Sempurna
Perfeksionisme ekstrem bisa membuat seseorang kelelahan, kehilangan arah, dan jatuh dalam kecemasan berat.
19. Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Selalu merasa salah, takut ditolak, atau terus mencari kekurangan diri adalah tanda social anxiety.
20. Terlalu Lama di Media Sosial
Men-scroll media sosial berjam-jam bisa jadi pelarian dari pikiran negatif mekanisme koping yang tidak sehat.
21. Mudah Menangis
Menangis tanpa sebab atau di tempat umum bisa menunjukkan emosi yang tak terkendali akibat tekanan batin.
22. Kecanduan Alkohol atau Zat
Banyak orang melarikan diri dari stres dengan alkohol atau narkoba. Jika menjadi kebiasaan, ini pertanda masalah mental serius.
23. Mati Rasa terhadap Emosi
Tidak lagi bisa merasakan senang, sedih, atau marah adalah tanda depresi berat atau gangguan disosiasi.
24. Menghindari Perasaan
Mengalihkan diri setiap kali merasa sedih atau cemas bukan solusi. Itu tanda kamu tidak siap menghadapi emosi sendiri. (*)
Leave a comment