MEDICGUARD.ID – Gaya hidup dan pola makan memegang peranan penting dalam upaya pencegahan hipertensi sejak dini.
Perlu diketahui, hipertensi memiliki risiko dan potensi gangguan kesehatan serius bila tidak ditangani atau dicegah dengan langkah yang tepat.
Salah satunya yang terbesar adalah risiko atau potensi terjadinya penyakit stroke.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi bahkan disebut sebagai silent killer lantaran sering muncul tanpa keluhan.
Sehingga penderita kerap tidak mengetahui dirinya sudah mengalaminya, dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi.
Hipertensi dapat dicegah dengan memperbaiki pola hidup yang menjadi dasar adalah pola makan yang biasa kita konsumsi sehari hari, yaitu 4G (goreng, gurih, gula, garam) yang berisiko memicu potensi terjadinya hipertensi.
Selain itu, penting juga untuk mengonsumsi makan hewani dan nabati dengan metode yang tepat dapat mengurangi risiko hipertensi.
Di samping itu, pola pikir stres juga menjadi pemicu terjadinya hipertensi serta serangan jantung.
Pada saat kapan? Saat ego dan emosi tidak bisa terkontrol atau termenagement secara bagus dapet memicu terjadinya stroke dan pecah pembuluh darah.
Upaya lain yang bisa dilakukan juga di antaranya :
– Menghindari minuman beralkohol
– Mengurangi makanan tinggi lemak jenuh
– Tidak merokok
– Konsumsi makanan bernutrisi seperti buah dan sayur
– Melakukan olahraga teratur minimal 30 menit per hari dalam satu pekan
– Mempertahankan berat badan ideal
Disarankan pula untuk melakukan konsultasi dan rutin dalam kontrol tensi setiap bulan serta melakukan pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat.
Hal ini penting dilakukan sebagai skrining awal kecintaan terhadap tubuh kita terhadap potensi dan risiko-risiko kesehatan.
Dengan demikian, kesehatan tubuh bisa tetap terkontrol dan dapat mencegah terjadinya risiko tekanan darah tinggi alias hipertensi.
Bahaya dan Risiko Hipertensi
Merangkum dari sejumlah jurnal kesehatan, setiap peningkatan tekanan darah sebesar 20/10 mm Hg dimulai dari tekanan darah 115/75 mm Hg, berhubungan dengan peningkatan kematian akibat penyakit jantung koroner dan stroke sebesar dua kali lebih tinggi.
Selain itu, peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol juga bisa meningkatkan penyakit ginjal.
Data WHO juga menyebut hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diidap oleh masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia.
Hipertensi dan Stroke
Penting untuk mencegah hipertensi sedini mungkin untuk menurunkan risiko penyakit stroke di kemudian hari.
Untuk diketahui, hipertensi adalah penyebab utama serangan jantung, stroke, penyakit ginjal kronis dan demensia.
Menurut laporan WHO, setiap jam dilaporkan lebih dari 1.000 nyawa hilang akibat stroke dan serangan jantung yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, dan sebagian besar kematian ini dapat dicegah.
WHO mendefinisikan hipertensi klinis pada orang dewasa sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg pada dua hari yang berbeda. (*)
Leave a comment