MEDICGUARD.ID – Pernahkah Anda mendapati diri Anda memeriksa ponsel pasangan secara diam-diam? Atau mungkin Anda merasa sulit untuk percaya sepenuhnya pada niat baik seorang teman, bahkan ketika mereka tulus memuji Anda? Jika rasa curiga dan waspada terus-menerus membayangi interaksi Anda dengan orang lain, Anda mungkin sedang berhadapan dengan apa yang disebut trust issue atau masalah kepercayaan.
Ini bukan sekadar sifat pencemburu atau pemikir yang berlebihan. Trust issue adalah kondisi psikologis yang lebih dalam yang dapat merusak hubungan, menghambat karier, dan menggerogoti kebahagiaan Anda.
Namun, kabar baiknya adalah Anda tidak sendirian, dan kondisi ini bisa diatasi. Mari kita selami lebih dalam apa itu trust issue, apa saja gejalanya, dan bagaimana cara membangun kembali jembatan kepercayaan yang telah runtuh.
Apa Sebenarnya Trust Issue Itu?
Trust issue adalah kesulitan yang signifikan untuk memercayai orang lain. Ini bukan berarti Anda tidak bisa percaya sama sekali, tetapi ada keraguan yang persisten terhadap keandalan, integritas, dan niat orang lain. Seseorang dengan trust issue sering kali hidup dengan asumsi bahwa orang lain pada akhirnya akan menyakiti, mengkhianati, atau mengecewakan mereka.
Dalam beberapa kasus yang ekstrem, kondisi ini bisa berkembang menjadi fobia yang disebut Pistanthrophobia, yaitu ketakutan irasional untuk membangun hubungan intim karena takut disakiti.
Tanda-Tanda Umum Anda Memiliki Trust Issue
Apakah Anda hanya berhati-hati atau benar-benar memiliki masalah kepercayaan? Coba perhatikan beberapa tanda berikut:
- Selalu Berasumsi Buruk: Anda cenderung menginterpretasikan tindakan netral sebagai sesuatu yang negatif. Misalnya, jika pasangan tidak segera membalas pesan, Anda langsung berpikir mereka menyembunyikan sesuatu.
- Menghindari Komitmen: Baik dalam hubungan romantis maupun pertemanan, Anda enggan untuk terikat terlalu dalam karena takut akan potensi pengkhianatan di masa depan.
- Kecurigaan Berlebihan (Investigasi): Anda merasa perlu untuk terus-menerus memverifikasi kata-kata orang lain, seperti memeriksa media sosial, riwayat panggilan, atau menanyai teman-teman mereka.
- Sulit Memaafkan Kesalahan Kecil: Kesalahan kecil dianggap sebagai bukti bahwa orang tersebut tidak dapat dipercaya, dan Anda sulit untuk melupakannya.
- Menjaga Jarak Emosional: Anda membangun “tembok” di sekitar diri Anda untuk melindungi diri dari rasa sakit, membuat orang lain sulit untuk benar-benar mengenal Anda.
- Merasa Terisolasi dan Kesepian: Ironisnya, ketidakmampuan untuk percaya justru membuat Anda merasa sendirian, karena Anda tidak membiarkan siapa pun masuk.
Akar Penyebab Munculnya Trust Issue
Masalah kepercayaan jarang muncul tanpa sebab. Biasanya, ini adalah mekanisme pertahanan yang terbentuk dari pengalaman menyakitkan. Beberapa akar penyebab yang paling umum antara lain:
- Pengkhianatan di Masa Lalu: Dikhianati oleh pasangan, anggota keluarga, atau sahabat karib adalah penyebab paling umum. Luka dari pengalaman ini bisa meninggalkan bekas yang dalam.
- Pengalaman Masa Kecil: Tumbuh dalam lingkungan di mana figur orang tua tidak dapat diandalkan, sering berbohong, atau tidak menepati janji dapat menanamkan benih ketidakpercayaan sejak dini.
- Trauma Emosional atau Fisik: Mengalami perundungan (bullying), kekerasan dalam hubungan, atau pelecehan dapat menghancurkan rasa aman dan kepercayaan pada orang lain.
- Pola Hubungan yang Berulang: Jika Anda berulang kali menjalin hubungan dengan orang-orang yang tidak dapat dipercaya, otak Anda akan membentuk pola bahwa “semua orang seperti itu.”
7 Langkah Praktis untuk Mengatasi Trust Issue
Membangun kembali kepercayaan, baik pada orang lain maupun pada penilaian diri sendiri, adalah sebuah proses. Ini membutuhkan kesabaran dan usaha yang sadar. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda coba:
- Akui dan Pahami Sumbernya: Langkah pertama adalah mengakui bahwa Anda memiliki masalah kepercayaan. Coba telusuri kembali pengalaman apa yang mungkin menjadi pemicunya. Memahami “mengapa” dapat membantu Anda memproses emosi tersebut.
- Ambil Risiko Secara Bertahap: Kepercayaan itu seperti otot, perlu dilatih. Mulailah dari hal kecil. Percayakan tugas kecil kepada seorang kolega atau bagikan perasaan yang tidak terlalu pribadi kepada seorang teman. Lihat bagaimana mereka merespons.
- Bedakan Masa Lalu dan Masa Kini: Sadari bahwa orang baru dalam hidup Anda bukanlah orang yang menyakiti Anda di masa lalu. Beri mereka kesempatan yang adil untuk menunjukkan siapa mereka sebenarnya.
- Berkomunikasi Secara Terbuka: Jika Anda berada dalam suatu hubungan, sampaikan ketakutan Anda dengan jujur. Gunakan kalimat seperti, “Aku merasa cemas saat kamu tidak memberi kabar, karena pengalaman masa laluku.” Ini lebih baik daripada melontarkan tuduhan.
- Fokus pada Konsistensi: Perhatikan apakah tindakan seseorang sejalan dengan kata-katanya dari waktu ke waktu. Kepercayaan dibangun di atas konsistensi, bukan kesempurnaan.
- Kelola Ekspektasi Anda: Pahami bahwa semua orang bisa melakukan kesalahan. Membedakan antara kesalahan kecil yang tidak disengaja dan pengkhianatan yang disengaja adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat.
- Cari Bantuan Profesional: Jika trust issue sudah sangat mengganggu kualitas hidup Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau terapis. Terapi, seperti Terapi Perilaku Kognitif (CBT), bisa sangat efektif untuk membantu Anda mengubah pola pikir negatif dan membangun mekanisme koping yang lebih sehat.
Coba Tools Skrinning Kesehatan Mental Anda di Sini
Kesimpulan
Mengatasi trust issue adalah perjalanan untuk menyembuhkan luka masa lalu dan belajar membuka diri kembali. Ini bukan tentang menjadi naif, melainkan tentang belajar memberi orang lain kesempatan sambil tetap melindungi diri Anda dengan cara yang sehat. Dengan mengenali tanda-tandanya, memahami akarnya, dan mengambil langkah-langkah proaktif, Anda bisa membebaskan diri dari belenggu kecurigaan dan membangun hubungan yang lebih dalam dan memuaskan.
Referensi:
- Psychology Today. (n.d.). Trust and Trustworthiness. Diakses dari https://www.psychologytoday.com/us/basics/trust
- Medical News Today. (2022). What to know about trust issues. Diakses dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/trust-issues
- Erikson, E. H. (1993). Childhood and Society. W. W. Norton & Company. (Buku ini membahas tahap perkembangan psikososial, termasuk “Trust vs. Mistrust” sebagai fondasi awal).
Leave a comment