Home Wellness Olahraga Praktik Yoga dan Meditasi Tradisional DHSP Bali Efektif Turunkan Glukosa Darah
Olahraga

Praktik Yoga dan Meditasi Tradisional DHSP Bali Efektif Turunkan Glukosa Darah

Gerakan yoga dan meditasi mampu meningkatkan aktivitas saraf parasimpatik, yang berperan dalam mengurangi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin

Share
Seorang perempuan sedang praktik olahraga Yoga di pagi hari
Seorang perempuan sedang praktik olahraga Yoga di pagi hari | Medic Guard
Share

MEDICGUARD.ID – Praktik yoga dan meditasi tradisional Dharma Hidup Singin Prana (DHSP) Bali terbukti efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah. Hal ini diperoleh dari sebuah penelitian terbaru yang menemukan adanya penurunan rata-rata kadar gula darah setelah mempraktikan yoga dan meditasi tradisional.

Adapun berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Healthsains ini diperoleh hasil penurunan rata-rata kadar glukosa sebesar 114.34 mg/dL menjadi 101.63 mg/dL setelah intervensi yoga dan meditasi.

Penelitian yang menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test ini melibatkan 32 sampel, terdiri dari 16 pria dan 16 wanita. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik pada kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi, dengan nilai signifikansi kurang dari 0.05. Data penelitian juga menunjukkan distribusi normal dan homogen, dibuktikan dengan uji Kolmogorov-Smirnov yang menghasilkan nilai P=0.183.

Mengapa Yoga dan Meditasi Efektif?

Penurunan kadar glukosa darah ini dapat dijelaskan melalui beberapa mekanisme fisiologis dalam praktik yoga dan meditasi DHSP Bali. Latihan ini melibatkan kombinasi latihan pernapasan (pranayama), postur fisik (asanas), dan meditasi yang bertujuan untuk menyelaraskan tubuh, pikiran, dan emosi.

Gerakan yoga dan meditasi tersebut mampu meningkatkan aktivitas saraf parasimpatik, yang berperan dalam mengurangi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon stres ini dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah.

Selain itu, gerakan yoga dan meditasi juga bisa menstimulasi proses metabolik.

Seperti pada postur yoga Asanas, yang bisa meningkatkan sirkulasi darah. Ini membantu transportasi oksigen dan nutrisi ke berbagai jaringan tubuh, termasuk otot dan organ metabolik. Aktivitas fisik ini meningkatkan penggunaan glukosa oleh otot dan menurunkan kadar gula darah.

Sementara pada latihan pernapasan pranayama, yoga dan meditasi mampu meningkatkan oksigenasi jaringan dan mengurangi peradangan sistemik.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa yogya dan meditasi bisa mempengaruhi fungsi endokrin dan meningkatkan sensitivitas insulin, yang pada akhirnya menurunkan kadar glukosa darah.

Mekanisme Kolaborasi Yoga dengan Pranayama dan Padmasana

Pranayama atau pengaturan napas merupakan teknik yang merangsang sistem saraf parasimpatik, mengurangi pelepasan adrenalin, dan meningkatkan kontrol glukosa darah. Teknik seperti Anulom dan Ujjayi ini bisa membantu menurunkan stres oksidatif dan meningkatkan sensitivitas insulin. Pranayama juga membantu mengurangi stres psikologis, yang berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah.

Padmasana atau Lotus Pose merupakan posisi meditasi yang bisa memengaruhi pusat energi tubuh (chakra) untuk meningkatkan keseimbangan hormonal, termasuk menstabilkan kadar kortisol dan adrenalin.

Padmasana ini mendukung postur tubuh yang baik, meningkatkan sirkulasi darah, dan mendukung aktivitas hati dalam regulasi metabolik.

Meskipun hasil penelitian ini sangat menjanjikan, para peneliti mengakui adanya keterbatasan, seperti ketiadaan kelompok kontrol yang membatasi kemampuan untuk menarik kesimpulan kausal. Selain itu, populasi sampel yang terbatas pada komunitas yoga tertentu juga membatasi generalisasi hasil studi. Oleh karena itu, disarankan untuk penelitian di masa depan agar melibatkan kelompok kontrol dan mengevaluasi dampak jangka panjang yoga dan meditasi pada parameter metabolik lainnya, seperti HbA1c. (*)

Penelitian ini disusun oleh Agung Setiabudi, I Gede Eka Agung Agastya Punia, Putu Setiani, Lussy Ayu Puspita, dan Kadek Satya Manggala dari Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali, Indonesia dengan judul The Use of Traditional DHSP Bali Yoga and Meditation Practices on Reducing Blood Glucose Levels.

Penelitian tersebut telah diterbitkan di Jurnal Healthsains Volume 6, edisi 1 Januari 2025.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ilustrasi Olah Raga Jalan Kaki
Olahraga

Jalan Kaki 30 Menit Sehari, Sederhana Namun Punya Manfaat Luar Biasa Bagi Kesehatan

MEDICGUARD.ID – Bila Anda mencari kegiatan olahraga yang sederhana namun punya manfaat luar...

Seorang perempuan sedang bermeditasi di tengah sawah pada pagi hari
Olahraga

Teknik Meditasi Tradisional Jadi Solusi Alternatif Atasi Ketakutan Pasien Gigi

MEDICGUARD.ID – Sebuah kajian yang diterbitkan dalam jurnal Dharmasmrti mengungkapkan bahwa praktik...

Seorang pria sedang berolahraga
Olahraga

Kolesterol Tinggi, Olahraga Apa yang Efektif untuk Menurunkannya?

MEDICGUARD.ID – Olahraga teratur dapat membantu menurunkan kolesterol, khususnya kolesterol ‘jahat’ atau LDL,...

seorang pria sedang berolahraga
Olahraga

Berjalan Kaki Lebih dari 100 Menit Sehari Bisa Turunkan Risiko Nyeri Punggung Kronis

MEDICGUARD.ID – Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Medical News Today memberikan...