MEDICGUARD.ID – Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa hubungan yang sehat akan berjalan dengan sendirinya tanpa usaha. Namun, banyak lainnya meyakini bahwa hubungan jangka panjang yang kuat justru membutuhkan kerja keras, dedikasi, dan tekad yang besar. Meskipun setiap hubungan memiliki tantangan uniknya sendiri, psikoterapis terdaftar Natacha Duke, MA, RP, menegaskan bahwa hubungan yang sehat adalah kombinasi dari semua itu, ditambah dengan cinta, rasa hormat, dan dukungan timbal balik.
Lalu, bagaimana kita bisa yakin bahwa sebuah hubungan benar-benar sehat dan berpotensi langgeng? Psikologi cinta mungkin tampak kompleks, tetapi memahami fondasinya tidak sesulit yang dibayangkan. Duke membagikan beberapa tanda penting dan cara untuk memeriksa kesehatan suatu hubungan.
Fondasi Hubungan yang Sehat
Menurut Natacha Duke, hubungan yang sehat berpusat pada beberapa pilar utama:
- Empati dan kebaikan: Saling memahami perasaan dan memperlakukan satu sama lain dengan baik.
- Keandalan dan komitmen: Bisa diandalkan dan memiliki komitmen terhadap hubungan.
Saling menghormati batasan: Menghargai batasan pribadi masing-masing. - Kemampuan bekerja sama sebagai tim: Bersama-sama menghadapi tantangan dan mencapai tujuan.
- Nilai dan tujuan yang serupa: Memiliki pandangan hidup dan aspirasi masa depan yang sejalan.
“Memiliki nilai dan tujuan yang serupa mungkin menjadi titik balik bagi sebagian besar hubungan, karena secara fundamental hal itu mendorong hampir semua hal lain yang Anda lakukan,” jelas Duke.
Kebutuhan setiap orang dapat berubah seiring waktu dan pengalaman pribadi. Misalnya, bagi sebagian orang, memiliki pasangan yang tertarik pada kegiatan sosial mungkin sangat penting, sementara bagi yang lain tidak. Hal ini menunjukkan bahwa ada aspek-aspek personal yang sangat mempengaruhi dinamika hubungan.
“Ada begitu banyak hal yang dapat membentuk hubungan yang sehat dan beberapa di antaranya sangat pribadi bagi kita masing-masing,” kata Duke. “Intinya adalah adanya tingkat keandalan yang masuk akal dan bahwa Anda berdua merasa seolah-olah orang lain akan memprioritaskan Anda dan menepati janjinya di setiap langkah.”
Mengenali Tanda Bahaya dan Membangun Pondasi Kuat
Seringkali, seseorang tidak menyadari bahwa mereka berada dalam hubungan yang tidak sehat, terutama jika memiliki riwayat hubungan bermasalah atau kesulitan mengenali “red flag” di masa lalu.
“Hubungan terkadang terasa akrab, nyaman, atau lebih baik daripada hubungan lain yang pernah Anda miliki, tetapi itu tidak berarti sehat,” ujar Duke.
“Jika kita memiliki riwayat hubungan yang bermasalah atau kita tidak memiliki kelekatan yang aman yang terbentuk di masa kanak-kanak, kita bisa berakhir bergerak menuju apa yang akrab meskipun itu tidak sehat. Dan di sinilah Anda harus berhati-hati.”
Refleksi diri menjadi kunci sebelum memulai hubungan baru. Bahkan dalam hubungan yang sudah berjalan, keterbukaan terhadap refleksi diri, belajar dari kesalahan masa lalu, dan menghadapi konflik secara konstruktif adalah ciri hubungan yang sehat.
“Akan ada masa-masa sulit dalam setiap hubungan, tetapi saya pikir bagaimana Anda menghadapinya yang penting,” dorong Duke.
“Orang-orang dalam hubungan yang sehat harus membuat satu sama lain merasa nyaman, memiliki kemauan untuk bekerja dan tumbuh bersama, dan saling menghormati.”
12 Tanda Hubungan Anda Sehat dan Bertahan Lama
Setelah fase bulan madu berlalu dan Anda mulai membangun fondasi yang kokoh, berikut adalah tanda-tanda kunci yang menunjukkan hubungan Anda sehat dan berpotensi langgeng:
- Saling Menghormati (R.E.S.P.E.C.T.): Ini bukan hanya tentang batasan saat ada masalah, tetapi juga tentang menghargai ruang, emosi, dan aspek kehidupan pribadi pasangan. Saling mendukung dalam pertemanan atau hobi adalah contoh nyata.
- Saling Percaya dan Kepercayaan : Kepercayaan terbangun seiring waktu, mulai dari hal-hal kecil seperti berbagi emosi hingga keputusan besar dalam hidup. Anda bisa mengandalkan pasangan tanpa keraguan.
- Mampu Berkomunikasi Saat Sulit: Hubungan diuji saat masa sulit. Kemampuan untuk mengungkapkan perasaan, mendengarkan secara aktif, dan mencari solusi bersama—bahkan saat bertengkar—adalah esensial.
- Setuju untuk Tidak Setuju: Tidak harus selalu sependapat. Belajar berkompromi, bahkan dalam hal-hal kecil, adalah tanda kematangan hubungan.
- Mampu Saling Memaafkan: Tidak ada hubungan yang sempurna. Kemampuan untuk memaafkan kesalahan dan melepaskan dendam adalah cerminan cinta.
- Keduanya Berkomitmen pada Hubungan: Hubungan yang sehat adalah usaha dua arah. Keseimbangan dalam memberikan upaya, atau setidaknya merasa nyaman dengan kontribusi masing-masing, sangat penting.
- Saling Berbuat Baik: Kebaikan berarti merasa aman, didukung, dan menjadi prioritas bagi pasangan. Ini juga mencakup meminta maaf saat berbuat salah dan mendengarkan secara aktif.
- Menikmati Kebersamaan dan Saling Mendukung Tujuan: Saling berbagi minat dan mendukung pertumbuhan pribadi masing-masing, bahkan jika itu berarti mengorbankan waktu pribadi.
- Mahir Mengambil Keputusan Bersama: Melibatkan pasangan dalam setiap keputusan penting, memandang mereka sebagai bagian dari tim sejati.
- Tidak Menghindari Kesulitan: Menghadapi masalah secara langsung dan konstruktif, mengekspresikan perasaan bahkan saat situasi terasa sulit.
Nyaman dengan Diri Sendiri dan Mandiri dari Pasangan: Mengenali diri sendiri, mengejar tujuan pribadi, dan memiliki cinta diri akan memperkaya hubungan. - Nyaman Menjadi Diri Sendiri Sepenuhnya: Membiarkan diri Anda dan pasangan untuk tidak selalu tampil sempurna, menunjukkan sisi rentan, dan memungkinkan tingkat keintiman yang lebih dalam.
Strategi untuk Mengatasi Keraguan
Keraguan diri adalah lawan yang kuat, tetapi ada beberapa cara untuk memastikan Anda berada di jalur yang benar dalam hubungan:
- Periksa Kembali Kepercayaan: Tanyakan pada diri sendiri apakah tingkat kepercayaan Anda terhadap pasangan terus bertumbuh.
- Identifikasi Kebutuhan: Pikirkan apakah ada sesuatu yang Anda butuhkan tetapi tidak Anda dapatkan dari hubungan, atau sebaliknya.
- Komunikasi Terbuka: Lakukan diskusi sesekali, bahkan informal, tentang perasaan masing-masing dalam hubungan. Ini membantu memastikan Anda berdua berada di halaman yang sama.
“Jika ada sesuatu di pikiran Anda, bahkan jika itu hal baik, jangan takut untuk menyampaikannya,” kata Duke. “Kita cenderung tidak berkomunikasi sebanyak yang kita butuhkan, dan Anda jarang bisa terlalu banyak berkomunikasi dalam hal perasaan. Memeriksa diri sendiri dan orang lain untuk memastikan Anda terus memiliki tujuan dan nilai yang serupa sama pentingnya dengan hal lainnya.” (*)
Leave a comment