Home Wellness Parenting Jangan Membentak Saat Anak Mulai Langgar Aturan
Parenting

Jangan Membentak Saat Anak Mulai Langgar Aturan

Menurut para psikolog klinis, membentak hanya akan membuat anak merasa takut dan tidak aman. Dampak jangka panjangnya bisa memengaruhi perkembangan mental dan emosional mereka.

Share
Ibu dan anak sedang bercengkerama
ilustrasi saat orangtua bercengkerama dengan anaknya
Share

MEDICGUARD.ID – Setiap keluarga tentu punya aturan sebagai upaya menanamkan disiplin pada anak. Namun, tak jarang aturan yang telah disepakati bersama orang tua dan anak justru dilanggar. Respons spontan orang tua yang sering muncul adalah marah dan membentak. Sayangnya, pendekatan ini justru bisa jadi bumerang, merusak hubungan orang tua-anak dan meninggalkan luka.

Menurut para psikolog klinis, membentak hanya akan membuat anak merasa takut dan tidak aman. Dampak jangka panjangnya bisa memengaruhi perkembangan mental dan emosional mereka. Oleh karena itu, daripada langsung membentak, memarahi, atau mengomel dengan keras, ada dua pendekatan yang jauh lebih efektif bagi orang tua:

Dua Jurus Ampuh Mengatasi Pelanggaran Aturan pada Anak:

1. Ajak Anak Melakukan Refleksi

Saat anak melanggar aturan, ajaklah ia untuk berefleksi bersama. Langkah ini krusial untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri anak atas perbuatannya. Proses refleksi ini juga mendorong anak untuk memahami apa yang seharusnya ia lakukan setelah melakukan pelanggaran. Ini bukan tentang menghakimi, melainkan membantu anak memahami konsekuensi dari tindakan mereka.

2. Ajak Anak Berdiskusi

Setelah refleksi untuk mencari tahu penyebab dan alasan anak melanggar aturan, tahap selanjutnya adalah diskusi. Ajaklah anak untuk membuat kesepakatan baru terkait aturan yang dilanggar. Intinya, orang tua harus mengayomi dan memberikan kesempatan kedua bagi anak untuk bertanggung jawab atas kesepakatan baru tersebut.

Dalam diskusi ini, ada dua hal penting yang perlu dibahas bersama anak:

  • Bagaimana cara anak dapat lebih mematuhi aturan di masa depan? Ini mendorong anak untuk berpikir proaktif.
  • Bantuan apa yang ia butuhkan dari orang tua dan orang sekitar untuk mewujudkannya? Ini menunjukkan bahwa orang tua adalah pendukung, bukan sekadar penuntut.

Jika diperlukan, orang tua dan anak bisa membuat kesepakatan baru yang lebih rinci. Kesepakatan ini mencakup hal-hal yang ingin diperbaiki oleh anak, serta konsekuensi yang akan diterima jika aturan kembali dilanggar.

Pada intinya, kunci dalam menerapkan disiplin pada anak adalah kemampuan orang tua untuk menahan diri dari bentakan atau amarah saat aturan dilanggar. Sangat penting untuk memahami akar penyebab pelanggaran tersebut, demi menghindari trauma yang mungkin membekas pada anak. Pendekatan yang suportif dan dialogis akan jauh lebih efektif dalam membentuk pribadi anak yang disiplin dan bertanggung jawab. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Parenting

Anak Suka Mukul dan Ngamuk? Ini Kata Psikolog tentang Mengelola Agresi pada Balita

MEDICGUARD.ID – Apakah Anda kerap bertanya-tanya mengapa si kecil sering memukul atau...

orangtua memarahi anaknya
Parenting

Mengenal Parenting VOC’, Gaya Asuh Otoriter yang Viral di Media Sosial

MEDICGUARD.ID – Belakangan ini, jagat media sosial seperti TikTok dan Instagram diramaikan...

Foto anak menolak makan
Parenting

Anak Susah Makan? Jangan Panik, Ini Panduan Ampuh Mengatasinya!

MEDICGUARD.ID – Orang tua mana yang tidak cemas ketika batita kesayangan tiba-tiba...