MEDICGUARD, 11 JUNI 2025 – Merasa lelah karena kurang tidur itu biasa, tapi tahukah Anda bahwa kebiasaan ini juga bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek punya kaitan erat dengan peningkatan tekanan darah, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Studi yang diterbitkan dalam The American Heart Association Journal (2006), misalnya, mengungkap bahwa tidur kurang dari lima jam per malam dapat melipatgandakan risiko hipertensi. Ini adalah alarm serius bagi kesehatan jantung Anda.
Mengapa Kurang Tidur Berdampak pada Tekanan Darah?
Saat tidur, tubuh kita seharusnya mengalami penurunan tekanan darah yang disebut “nocturnal dipping.” Proses ini krusial untuk menjaga keseimbangan tubuh. Namun, kurang tidur justru mengganggu mekanisme alami ini, yang mengakibatkan tekanan darah cenderung tetap tinggi di malam hari.
Penelitian lain dari Jurnal Sleep Medicine (2022) dan American Journal of Hypertension (2022) juga mengonfirmasi bahwa tidur kurang dari lima jam per malam dapat mengganggu sistem saraf simpatik. Padahal, sistem ini memegang peran penting dalam pengaturan tekanan darah kita.
Risiko Hipertensi Kronis Jangka Panjang
Jika dibiarkan berlarut-larut, kurang tidur berisiko menyebabkan hipertensi kronis. Studi menunjukkan bahwa tidur yang tidak mencukupi secara terus-menerus dapat memicu respons simpatetik berlebihan. Akibatnya, fungsi pembuluh darah terganggu dan tekanan darah pun meningkat. Kondisi ini makin parah jika ditambah stres dan gangguan metabolisme tubuh akibat kurang tidur.
Kurang tidur juga memengaruhi berbagai mekanisme biologis yang mengatur tekanan darah. Salah satunya adalah peningkatan aktivitas simpatis, yang menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah ikut naik. Selain itu, gangguan pada sistem renin-angiotensin, yang mengatur kadar garam dalam tubuh, juga turut berkontribusi pada peningkatan tekanan darah.
Ancaman bagi Kesehatan Jantung
Peningkatan tekanan darah yang terus-menerus dapat memperburuk kondisi jantung, mempercepat proses pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis), dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Data juga menunjukkan bahwa individu dengan durasi tidur yang lebih pendek lebih rentan mengalami serangan jantung dan stroke.
Solusi: Prioritaskan Tidur Cukup
Untuk mencegah hipertensi dan komplikasi kesehatan lainnya, mengutamakan tidur yang cukup adalah langkah penting. Para ahli menyarankan untuk menjaga durasi tidur antara tujuh hingga sembilan jam per malam demi menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah.
Jika Anda kesulitan tidur atau merasa tidur tidak nyenyak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, dan tidur yang cukup adalah salah satu investasi terbaik untuk kesehatan tubuh Anda. (*)
Leave a comment