MEDICGUARD.ID, 11 JUNI 2025 – Pare, buah hijau dengan tekstur bergelombang yang termasuk dalam keluarga labu, secara tradisional telah lama digunakan untuk membantu mengelola kadar gula darah dan tekanan darah. Buah ini sering diolah sebagai sayuran atau dikonsumsi dalam bentuk suplemen, berkat senyawa alami yang diyakini mendukung manfaat kesehatannya.
Potensi Menurunkan Gula Darah
Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa dosis harian sekitar 2.000 miligram (mg) pare dapat secara signifikan menurunkan kadar gula darah. Sebuah studi pada individu dengan pradiabetes menunjukkan bahwa pare mungkin memiliki efek penurun gula darah bila dibandingkan dengan plasebo. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas pare dalam mengontrol gula darah secara optimal.
Dampak pada Tekanan Darah dan Risiko Kanker
Pare kadang-kadang digunakan sebagai terapi komplementer untuk tekanan darah tinggi (hipertensi). Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa dampaknya terhadap tekanan darah belum signifikan, sehingga studi yang lebih besar masih dibutuhkan untuk konfirmasi.
Menariknya, riset juga mengindikasikan bahwa beberapa senyawa bioaktif dalam pare, seperti triterpenoid, asam fenolik, dan flavonoid, mungkin memiliki sifat antikanker. Studi laboratorium dan hewan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan terhadap beberapa jenis kanker, namun penelitian lebih lanjut pada manusia dalam skala besar sangat diperlukan.
Membantu Menurunkan Berat Badan dan Kolesterol
Meningkatkan asupan serat dapat membantu dalam upaya penurunan berat badan. Satu porsi 100 gram pare mengandung sekitar 2 gram serat. Serat yang bergerak lambat melalui sistem pencernaan membantu mengurangi rasa lapar dan mencegah makan berlebihan.
Beberapa studi laboratorium dan hewan juga mengisyaratkan bahwa ekstrak pare berpotensi menghambat pembentukan lemak dalam tubuh. Namun, studi pada manusia masih dibutuhkan untuk menguatkan temuan ini.
Selain itu, para peneliti telah mempelajari efek ekstrak pare mentah pada kolesterol total, trigliserida, dan lipoprotein pada hewan yang diberi diet tinggi lemak. Studi ini menemukan bahwa ekstrak tersebut dapat secara signifikan memengaruhi kadar lipid. Uji klinis pada manusia akan diperlukan sebelum para ilmuwan dapat memahami bagaimana pare dapat memengaruhi kadar lipid darah manusia.
Potensi Mengurangi Risiko Anemia
Studi pada hewan menunjukkan bahwa pare mungkin memiliki aktivitas anti-anemia. Namun, penelitian ini masih sangat awal dan membutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk menentukan senyawa tanaman mana yang bertanggung jawab atas hasil ini, serta apakah hasil serupa akan terlihat pada manusia.
Efek Samping dan Dosis yang Dianjurkan
Seperti halnya banyak obat-obatan dan produk alami, pare juga dapat menimbulkan efek samping. Efek samping umum yang mungkin terjadi antara lain: batuk, pusing, kelelahan berlebihan, gangguan pencernaan, gatal-gatal, dan perubahan berat badan.
Mengonsumsi jus pare setiap hari umumnya dianggap aman. Studi toksisitas yang tersedia pada manusia belum mencatat adanya efek samping yang parah. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum mencoba pare.
Penting untuk menghindari konsumsi pare melebihi dosis yang direkomendasikan. Informasi lebih lanjut mengenai toksisitas, keamanan, dan overdosis pare pada manusia masih diperlukan. Jika Anda menduga mengalami efek samping yang mengancam jiwa, segera cari pertolongan medis darurat. (*)
Leave a comment