S

Stunting

Share
Share

MEDICGUARD.ID, 9 JUNI 2025 – Stunting, kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terus menjadi perhatian serius di Indonesia. Kondisi ini bukan hanya sekadar masalah tinggi badan, melainkan indikasi gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang berdampak luas pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Apa Itu Stunting dan Penyebabnya?

Stunting didefinisikan sebagai tinggi badan anak yang berada di bawah standar usianya. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kurangnya asupan gizi yang adekuat dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak anak dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Selain kekurangan gizi, faktor lain seperti sanitasi yang buruk, minimnya akses air bersih, praktik pemberian makan yang tidak tepat, serta rendahnya pengetahuan orang tua mengenai gizi dan kesehatan juga menjadi pemicu utama.

Dampak Jangka Panjang yang Mengkhawatirkan

Dampak stunting jauh lebih dari sekadar fisik. Anak yang mengalami stunting berisiko tinggi mengalami gangguan perkembangan kognitif, yang dapat memengaruhi kemampuan belajar dan prestasi akademik. Selain itu, mereka juga lebih rentan terhadap penyakit infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang lemah. Di masa dewasa, individu yang stunting cenderung memiliki produktivitas kerja yang lebih rendah dan rentan terhadap berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.

Pencegahan: Kunci Penyelamatan Masa Depan

Pencegahan stunting harus menjadi prioritas kolektif. Langkah-langkah kunci meliputi:

  • Optimalisasi 1000 HPK: Memastikan ibu hamil mendapatkan gizi yang cukup, inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, dan MPASI bergizi seimbang mulai usia 6 bulan.
  • Perbaikan Sanitasi dan Higiene: Menyediakan akses air bersih dan jamban sehat, serta mengedukasi masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
  • Akses Layanan Kesehatan: Memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap dan pemantauan pertumbuhan rutin di Posyandu atau fasilitas kesehatan.
  • Edukasi Masyarakat: Meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pentingnya gizi dan kesehatan anak.

Pemerintah, bersama dengan berbagai organisasi masyarakat dan swasta, terus berupaya mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. Edukasi masif dan intervensi gizi terpadu menjadi fokus utama dalam mencapai target Indonesia bebas stunting. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *