H

Hipertensi

Share
Share

MEDICGUARD.ID – Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Seringkali tanpa gejala yang jelas, kondisi ini diam-diam dapat merusak organ-organ penting tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan komplikasi kesehatan lainnya. Penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan hipertensi dan mengambil langkah-langkah pencegahan serta pengelolaan yang tepat.

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah seseorang berada di atas batas normal secara terus-menerus. Tekanan darah diukur dengan dua angka: tekanan sistolik (angka atas) yang menunjukkan tekanan saat jantung memompa darah, dan tekanan diastolik (angka bawah) yang menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara detakan. Biasanya, tekanan darah normal adalah di bawah 120/80 mmHg. Seseorang didiagnosis hipertensi jika tekanan darahnya secara konsisten berada di angka 130/80 mmHg atau lebih tinggi.

Faktor Risiko Hipertensi di Indonesia

Beberapa faktor risiko yang berkontribusi terhadap tingginya angka hipertensi di Indonesia antara lain:

  • Pola Makan Tidak Sehat: Konsumsi garam berlebihan, kurangnya asupan buah dan sayur, serta makanan tinggi lemak jenuh dan trans.
  • Kurangnya Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedenter atau kurang bergerak.
  • Obesitas dan Kelebihan Berat Badan: Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi.
  • Usia: Risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Riwayat Keluarga: Memiliki anggota keluarga dengan hipertensi.
  • Konsumsi Alkohol Berlebihan.
  • Merokok.
  • Stres: Tingkat stres yang tinggi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

“The Silent Killer”: Mengapa Hipertensi Berbahaya?

Julukan “the silent killer” sangat tepat disematkan pada hipertensi karena seringkali tidak menimbulkan gejala yang dirasakan oleh penderitanya. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi hingga muncul komplikasi yang serius. Inilah mengapa penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

Gejala yang Mungkin Muncul (Biasanya pada Kondisi Lanjut atau Krisis Hipertensi):

  • Sakit kepala parah
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Penglihatan kabur
  • Pusing atau pening
  • Mudah lelah
  • Mimisan

Pencegahan dan Pengelolaan Hipertensi: Langkah Nyata untuk Hidup Sehat

Hipertensi dapat dicegah dan dikelola dengan efektif melalui perubahan gaya hidup dan, jika diperlukan, pengobatan medis. Langkah-langkah penting yang dapat dilakukan:

  • Batasi Asupan Garam: Kurangi penggunaan garam dalam masakan dan hindari makanan olahan tinggi garam. WHO merekomendasikan asupan garam tidak lebih dari 5 gram per hari.
  • Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur: Kaya akan kalium, serat, dan antioksidan yang membantu menjaga tekanan darah normal.
  • Pilih Makanan Sehat: Batasi konsumsi lemak jenuh dan trans, perbanyak ikan, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.
  • Rutin Beraktivitas Fisik: Lakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang minimal 30 menit setiap hari atau 150 menit per minggu. Contohnya jalan cepat, bersepeda, atau berenang.
  • Jaga Berat Badan Ideal: Turunkan berat badan jika Anda mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
    Kelola Stres: Temukan cara sehat untuk mengelola stres, seperti meditasi, yoga, atau melakukan hobi.
  • Hindari Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebihan.
  • Periksa Tekanan Darah Secara Rutin: Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala di fasilitas kesehatan terdekat.
  • Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter: Jika Anda telah didiagnosis hipertensi, minum obat secara teratur sesuai resep dokter dan jangan menghentikan pengobatan tanpa konsultasi.

Peran Keluarga dan Komunitas

Peningkatan kesadaran akan hipertensi membutuhkan peran aktif dari keluarga dan komunitas. Edukasi tentang gaya hidup sehat, penyediaan akses ke fasilitas pemeriksaan tekanan darah, dan dukungan untuk perubahan perilaku sehat dapat membantu menekan angka kejadian hipertensi dan komplikasinya di Indonesia. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
H

Herpes Simplex

Statistik Diperkirakan 3,8 miliar orang di bawah usia 50 tahun (64%) di...